Fakta dan Opini
oleh
Nur Aini Muflihatin (B75219070)
A. PENDAHULUAN
Fakta dan opini mempunyai pengertian yang berbeda. Dalam sebuah informasi, fakta merupakan kejadian yang nyata dan benar-benar ada atau kenyataan. Adapun opini merupakan gagasan atau pendapat yang dikemukakan dan bersifat subjektif. Namun, dalam sebuah informasi, fakta dan opini tidak dapat dipisahkan karena keduanya saling melengkapi.
Fakta berisi sesuatu yang benar-benar ada dan pernyataan dari fakta biasanya sulit untuk disanggah oleh siapapun. Sementara opini ialah sebuah sikap, pernyataan serta pandangan tentang sesuatu yang isinya berupa pendapat atau pendirian seseorang atau kelompok.
B. PEMBAHASAN
1. Pengertian Kalimat Fakta
Fakta berasal dari Bahasa latin yaitu “factus” yang diartikan sebagai hal atau peristiwa yang benar-benar ada atau terjadi dan bisa dibuktikan kebenarannya. Kalimat fakta ialah sebuah kalimat yang mengutamakan fakta yang nyata dan beberapa kali sering menggunakan berbagai sumber untuk dijadikan kutipan penguat argument.
Berdasarkan kamus Besar Bahasa Indonesia, fakta ialah sebuah hal peristiwa atau keadaan yang merupakan sesuatu yang benar-benar terjadi atau kenyataan. Kalimat fakta didalamnya menyangkut ada pelaku, waktu, tempat kejadian, bagaimana peristiwa itu terjadi serta ada rincian yang jelas dan tidak bisa dibantah kebenarannya. Fakta juga dapat diartikan tentang apa yang ada, yang dilihat, dirasakan atau disaksikan sesuatu perbuatan yang dilakukan oleh suatu peristiwa yang terjadi. Fakta selalu benar karena menyatakan apa adanya.
Ciri-ciri kalimat fakta diantaranya sebagai berikut:
a. Dapat dibuktikan kebenarannya
b. Mempunyai data yang akurat contonnya: tanggal, waktu kejadian dan tempat
c. Bersifat objektif
d. Mempunai narasumber yang bisa dipercaya
e. Menunjukkan peristiwa terjadi
f. Informasi dari kejadian yang sebenarnya.
2. Pengertian Opini
Opini adalah pendapat, pikiran atau ide untuk menjelaskan kecenderungan atau perspektif tertentu terhadap ideologi dan perspektif akan tetapi bersifat tidak objekif karena belum mendapatkan penguji atau pemastian. Opini bersifat subjektif karena merupakan berupa penilaian atau pandangan seseorang dengan yang lainnya selalu berbeda.
Opini atau pendapat adalah pikiran atau anggapan seseorang mengenai sebuah keadaan yang pernah ataupun belum terjadi. Opini sangat dipengaruhi oleh perasaan, perspektif, pemikiran, sikap, keinginan, pemahaman, pengalaman, serta keyakinan setiap individu. Jadi, opini antara satu orang dengan orang lainnya cenderung berbeda sebab dipengaruhi oleh pola pikir, pengetahuan serta lingkungan dalam menanggapi suatu persoalan. Oleh karena itu, pendapatan orang mengenai suatu hal dapat berbeda-beda, perbedaan pendapat yang diungkakan tergantung pada latar belakang dan sudut pandang yang dimiliki.
Informasi dapat dikatakan opini apabila mempunyai beberapa ciri-ciri, diantaranya yaitu:
a. Tidak dapat dibuktikan kebenarannya
b. Tidak mempunyai data yang akurat
c. Bersifat subjektif dan dilengkapi uraian tentang pendapat atau saran tentang sebab dan terjadinya peristiwa
d. Menunjukkan peristiwa yang belum terjadi
e. Pendapat atau argument seseorang informasi yang belum dibuktikan kebenarannya.
3. Perbedaan kalimat fakta dan kalimat opini
Ada beberapa perbedaan antara kalimat fakta dan opini diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Kalimat fakta
1) Kebenarannya bersifat objektif
2) Informasi yang disampaikan menunjukkan kenyataan yang sebenarannya terjadi
3) Mempunyai data yang akurat sebagai pendukung
b. Kalimat opini
1) Kebenarannya bersifat subjektif
2) Informasi yang disampaikan merupakan peristiwa yang belum pernah terjadi
3) Tidak mempunyai data pendukung.
C. KESIMPULAN
Kalimat fakta adalah sebuah hal peristiwa atau keadaan yang merupakan sesuatu yang benar-benar terjadi atau kenyataan. Kalimat fakta didalamnya menyangkut ada pelaku, waktu, tempat kejadian, bagaimana peristiwa itu terjadi serta ada rincian yang jelas dan tidak bisa dibantah kebenarannya. Sedangkan kalimat opini adalah pendapat, pikiran atau ide untuk menjelaskan kecenderungan atau perspektif tertentu terhadap ideologi dan perspektif akan tetapi bersifat tidak objekif karena belum mendapatkan penguji atau pemastian.
Informasi dapat dikatakan fakta apabila informasi yang disampaikan berupa peristiwa yang benar-benar ada. Dan informasi bisa disebut opini apabila informasi yang disampaikan masih berupa pemikiran, pendapat, pandangan dan tanggapan dari seseorang.
DAFTAR PUSTAKA
Anton, M. Moeliono. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1989.
Irman, Mohammad, dkk. Bahasa Indonesia 3. Jakarta: Pusat Perbukuaan Departemen Pendidikan Nasional, 2008.
Somad, Adi Abdul. dkk. Aktif dan Kreatif Berbahasa Indonesia. Bandung: Departemen Pendidikan Nasional, 2007.